Rabu, 16 September 2015

PELUANG DARI JATUHNYA HARGA EMAS

Penurunan harga emas yang saat ini berada pada level US$ 1.108 / troy ons. ( 16 September 2015), atau pada harga perdagangan logam emas Antam, per gram dilepas dengan harga Rp. 535.000,-/gram dan harga buyback dibeli dengan harga Rp.500.000,-/gram.

Meski begitu,setiap investor berbeda dalam menanggapi turunnya harga emas. Menurut kami, ada 2 type investor dalam berinvestasi. 
  1. Investor yang mengambil peluang ketika harga emas sedang rendah. Rendahnya harga emas ini dimanfaatkan mereka untuk membeli emas dan menjualnya saat harga emas naik lagi.
  2. Sementara tipe investor kedua adalah mereka mengikuti trend, ketika harga memperlihatkan arah kecenderungan naik  maka dia akan melakukan aksi beli segera dan ketika turun mereka berupa segera melakukan tindakan menjual. Mereka khawatir, harga yang terus turun ini terjadi dalam jangka panjang. 
Sebagian memang memanfaatkan saat harga rendah, sebagian lagi memilih menjauh. Tapi memang prinsipnya, membeli di saat harga rendah dan menjualnya di saat harga tinggi.

gold_down



Namun bagi anda yang melihat peluang lain untuk meraih penghasilan dari situasi ini ada beberapa langkah :
Pilihan pertama adalah jual emas Anda. Kemungkinan ada loss, tapi itu pilihan yang mana langkah ini jika Anda yakin ada peluang (investasi/bisnis) lain yang bisa mendatangkan keuntungan yang cukup layak dan Anda masih punya waktu yang cukup panjang untuk mencapai tujuan investasi Anda.  Dengan dana hasil penjualan, Anda bisa ambil peluang tersebut yang mana keuntungannya bisa menutupi kerugian dan masih banyak kelebihannya.  Pastikan Anda pahami resiko atas peluang baru tersebut. Langkah ini membuat Anda mundur beberapa langkah (merugi) untuk kemudian berlari menuju tujuan dan sampai tepat waktu (dengan hasil yang diperoleh dari peluang lain).
Pilihan kedua adalah lakukan pembelian emas berikutnya pada saat harga emas jatuhLakukan langkah ini jika visi investasi kita masih cukup panjang, kita tidak dalam rencana memerlukan dana dari emas ini dalam waktu yang dekat.

KLIK DISINI
Dengan membeli lagi emas lebih banyak ketika harganya rendah, akan membuat rata-rata harga pembelian emas kita juga ikut menurun.

Semisal, sebelumnya Anda beli emas 10gr dengan harga 5jt. Ketika harga tengah turun seperti saat ini, Anda beli lagi 10gr dengan harga 4.7jt. Maka rata-rata harga emas 10gr Anda (5jt + 4.7jt)/2 = 4.85jt.
Dengan rerata harga pembelian yang menurun, maka potensi kerugian yang akan timbul juga ikut menurun.
Langkah selanjutnya yaitu menunggu saja, dan mengamati pergerakan harga emas. Sambil melihat peluang usaha lain yang bisa menambah penghasilan anda.
Terima kasih semoga bermanfaat.
Ditulis dan ditambahkan dari berbagai sumber : http://odnv.co.id/ dan http://finance.detik.com/










Senin, 14 September 2015

What To Do Ketika Rupiah Melemah ?

Oleh : Muhaimin Iqbal
Kalau saya katakan Rupiah sekarang kinerjanya lebih buruk dari Rupiah di puncak krisis 1997-1998 mungkin Anda tidak percaya, bagaimana kalau saya sajikan data yang konkrit untuk ini ? Anda Percaya ? Memang di puncak krisis yang kemudian mengawali era reformasi, Rupiah sempat berada di Rp 16,097/US$ tetapi itu hanya kejadian sehari (17/6/1998) – kemudian hebatnya pemerintahan transisi waktu itu – berhasil menurunkannya menjadi kurang dari separuhnya dalam tempo enam bulan saja, yaitu ke Rp 7,979/US$ pada penutup tahun 1998. Apa yang terjadi di Rupiah sekarang ?

Datanya yang saya ambilkan dari Pacific Exchange Rate Services ini akan terlalu panjang apabila saya sajikan data harian selama 17 tahun terakhir sejak awal reformasi, maka saya sajikan data rata-rata bulanannya saja. Hasilnya akan seperti pada grafik pertama disamping. Selama 17 tahun terakhir memang rata-rata bulanan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar berfluktuasi, tetapi sejak 2011 hingga kini rata-rata bulanan itu secara terus menerus memburuk.

Bisa dilihat lebih jelas lagi kalau saya fokuskan di empat tahun terakhir sejak pertengahan 2011 hingga kini seperti grafik yang kedua. Maka kita tahu bahwa sepanjang empat tahun terakhir rata-rata bulanan nilai tukar Rupiah terhadap US$ secara persisten terus memburuk.

Bahwa bisa saya katakan Rupiah sekarang lebih buruk dari puncak krisis 1997-1998 akan Nampak jelas bila ditarik data rata-rata bergerak tahunan seperti pada grafik yang ke 3. Rata-rata bergerak tahunan terburuk di puncak krisis 17 tahun lalu itu, Rupiah masih berada di kisaran angka Rp 9,000/US$. Rata-rata bergerak tahunan itu kini sudah berada di kisaran angka Rp 12,550/US$ atau mengalami penurunan nilai sampai 39 %.

Salah siapa ini ? yang gampang salahkan saja Dollar yang terlalu perkasa. Dan ini tidak sepenuhnya asal  menyalahkan  karena memang bukan hanya Rupiah saja yang terpuruk, banyak mata uang lain yang bergelimpangan terhadap Dollar dalam beberapa tahun terakhir.

Tetapi yang penting sebenarnya bukan mencari kesalahan siapa, justru kita harus pandai mencari peluang dalam kondisi seperti ini. Pada era Rupiah yang terus memburuk seperti ini, semua produk yang diimpor akan terus menjadi semakin mahal. Maka kesempatan terbaik kita untuk mengurangi produk-produk impor, khususnya produk impor yang dikonsumsi habis seperti bahan makanan dan produk-produk konsumen lainnya.

Inilah kesempatan bagi negeri ini untuk menggalakkan produksi dalam negeri, minimal untuk memenuhi kebutuhan sendiri sebagai substitusi kebutuhan-kebutuhan yang selama ini diimpor. Syukur-syukur bisa memanfaatkan peluang untuk ekspor, maka saat ini juga waktu terbaiknya bagi negeri ini untuk membangun kekuatan di pasar dunia.

Dalam trend Rupiah yang terus memburuk seperti yang ditunjukkan oleh grafik-grafik tersebut di atas, yang perlu waspada adalah kalangan yang berpenghasilan tetap seperti mayoritas pegawai.

Kalangan yang berpenghasilan tetap dalam Rupiah ini sesungguhnya terkena pukulan dua kali sekaligus. Pertama daya beli mereka terus menurun terhadap kebutuhan  konsumsi yang masih mengandung komponen impor besar.

Kedua, mayoritas asset dalam berbagai bentuk yang berdenominasi  Rupiah seperti dana pensiun, tunjangan hari tua, asuransi, tabungan, deposito dlsb. pasti nilai daya beli riilnya juga sebenarnya turun terus menerus.

Lantas apa solusinya ? solusi sementara untuk dana-dana yang sifatnya jangka panjang – konversi menjadi asset riil dapat melindunginya dari penurunan nilai yang terus menerus tersebut.

KLIK DISINI
Solusi yang lebih permanen menuntut kerja ekstra tetapi insyaAllah akan bisa  memberikan hasil terbaik dalam jangka panjang,  yaitu merintis jalan untuk pindah dari kwadran penghasilan tetap ke kwadran tidak tetap yaitu menjadi pedagang atau pengusaha.

Memang beresiko dan tidak mudah, tetapi 9 dari 10 pintu rezeki adanya di perniagaan ini – jadi banyak peluangnya. Disamping itu konsep rezeki yang asalnya tidak disangka-sangka dan jumlahnya tidak terhitung itu lebih mudah untuk dihayati dan dijalani. InsyaAllah. 


Dikutip dan disadur dari http://geraidinar.com/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/86-gd-articles/ekonomi-makro/1617-what-to-do-ketika-rupiah-melemah

Minggu, 13 September 2015

Bagaimana Inflasi Merenggut Kemakmuran Dari Kita ?


Bila Anda memasuki dunia kerja awal tahun 80-an, tahun-tahun ini Anda akan memasuki usia pensiun. Tergantung seberapa cemerlang karir Anda, tetapi bila Anda masuk kedalam kelompok terbesar dari pekerja di negeri ini – maka kemungkinannya Anda merindukan masa-masa awal Anda bekerja dahulu. Saat itu gaji Anda masih kecil tetapi terasa cukup, kini gaji Anda sudah jauh lebih besar – tetapi terasa semakin tidak cukup. Jangan salahkan pasangan hidup Anda, atau beban biaya anak-anak Anda – salahkanlah inflasi !.

Selain kenaikan biaya hidup karena bertambahnya kebutuhan seperti biaya istri dan anak-anak, inflasilah yang sesungguhnya merenggut kemakmuran dari jerih payah para pekerja. Ini berlaku di seluruh dunia, tetapi di negara yang rata-rata inflasinya tinggi – dampaknya tentu jauh lebih berat bagi masyarakatnya.

Untuk memahami pengaruh inflasi pada kemakmuran ini, saya ambilkan contoh pekerja rata-rata di tiga negara yaitu Indonesia, Amerika dan Singapura. Tiga sarjana baru dari masing-masing negara tersebut mulai bekerja pada saat bersamaan di tahun 1982. Ketika masuk bekerja yang di Indonesia digaji Rp 325,000/bulan; yang di Amerika digaji US$ 520/bulan dan yang di Singapura di gaji S$ 1,110/ bulan.

Sepanjang karirnya 30 tahun terakhir di masing-masing negara, prestasi mereka biasa-biasa saja. Mereka tidak mengalami promosi jabatan yang luar biasa. Mereka memperoleh kenaikan gaji yang sama (oleh berbagai sebab) yang bila di rata-rata adalah 10% per tahun selama tiga puluh tahun terakhir.

Berapa masing-masing gaji mereka sekarang ? Yang di Indonesia gaji mereka sekarang adalah Rp 5,671,000,- ; yang di Amerika gaji mereka US$ 9,074,- dan yang di Singapura gaji mereka adalah S$ 19,370,-. Dengan income seperti ini tingkat kemakmuran yang di Indonesia lebih rendah dari yang di Amerika dan jauh lebih rendah lagi dari yang di Singapura. Semua gaji mereka naik dengan persentase yang sama seperti grafik di bawah, mengapa yang satu lebih makmur dari yang lain ?.


Salary at Original Currencies

KLIK DISINI

Itulah tingkat inflasi yang membedakannya. Untuk mengukurnya kita bisa gunakan timbangan yang adil yang menurut Imam Ghazali hanya ada dua yaitu emas (Dinar) atau perak (Dirham). Gaji masing-masing pekerja di tiga negara tersebut di tahun 1982 kurang lebih sama bila di konversikan ke Dinar yaitu 10 Dinar.

Namun setelah mengalami kenaikan gaji pada mata uang masing-masing @ 10 %, dampaknya menjadi berbeda ketika mata uang mereka ini dikonversikan ke timbangan yang sama yaitu Dinar. Yang bergaji Rupiah, bukannya naik malah turun terus sepanjang 30 tahun terakhir. Gaji mereka yang telah naik sekitar 17.5 kalinya dalam Rupiah, ternyata ketika dikonversikan ke Dinar malah turun tinggal sekitar ¼- nya. Gaji mereka yang 10 Dinar tahun 1982, kini tinggal sekitar 2.6 Dinar.

Yang bergaji US$ maupun S $ sekarang masing-masing setara dengan 40 Dinar dan 69 Dinar. Perhatikan pada grafik dibawah ketika semua penghasilan pegawai rata-rata di tiga negara tersebut dikonversikan ke Dinar.


Salary Converted to Dinar


Meskipun tingkat kemakmuran yang masih tinggi, ternyata trend kemakmuran di Amerika maupun Singapura selama 10 tahun terakhir juga mengalami kemunduran – inflasi atau penurunan daya beli uang mereka selama 10 tahun terakhir rupanya juga berjalan lebih cepat ketimbang kenaikan-kenaikan gaji mereka.

Yang mengalami dampak penurunan kemakmuran ini tentu bukan hanya masyarakat pekerja, kalangan dunia usaha-pun demikian. Bila mereka tidak berhasil tumbuh melebihi laju inflasi, maka mereka tidak akan mampu memepertahankan kemakmuran seluruh stake holder-nya (termasuk pegawainya) dan size usaha mereka secara riil akan menyusut.

Dengan gambaran yang begitu nyata tersebut, adalah naïve bila kita abaikan faktor inflasi ini dalam menjaga kemakmuran kita. Dinar atau Dirham hanyalah salah satu alat untuk melindungi kemakmuran kita agar tidak habis direnggut inflasi, banyak instrument lain yang juga berfungsi sama - seperti asset riil yang berputar dengan baik dlsb. Insyaallah.



Dikutip dan di sadur dari : http://geraidinar.com/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/87-gd-articles/uang-fiat/1061-bagaimana-inflasi-merenggut-kemakmuran-dari-kita

Kamis, 27 Agustus 2015

PERSIAPAN MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL Tujuh langkah meraih kemerdekaan finansial

Sudah 70 tahun Indonesia merdeka. Usia yang sudah renta sebenarnya. Namun rakyat Indonesia yang bisa disebut merdeka secara finansial, ternyata masih terbilang minim. Bahkan, masyarakat kelas menengah pun masih banyak yang belum sampai pada tahap itu. Boro-boro meraih kemerdekaan finansial, sebagian besar belum paham arti kemerdekaan finansial.
Apa yang dimaksud kemerdekaan finansial?
Menurut Eko Endarto, perencana keuangan Financia Consulting kemerdekaan finansial adalah ketika seseorang mencapai tujuan keuangan, yang mencakup setidaknya tiga tujuan yakni dana pendidikan anak, dana pensiun, dan proteksi terlindungi melalui asuransi.
Jadi, saat mereka memerlukan dana untuk keperluan tadi, keuangan mereka secara keseluruhan tidak terganggu. Maka, “Kemerdekaan finansial itu bukan berarti punya uang yang banyak,” tegas Eko.
Eko mengatakan bahwa kemerdekaan finansial bukan berarti ketiga tujuan keuangan tadi, secara nominal, sudah tercapai. “Masih setor dananya secara rutin itu juga sudah bisa dibilang sudah merdeka finansial,” ujarnya.  
Menurut Eko Pratomo, penulis buku Finansial Wisdom pengertian kemerdekaan finansial seringkali diartikan secara kurang tepat. Ada yang berpendapat bahwa kemerdekaan finansial adalah suatu kondisi di mana seseorang sudah punya aset yang memberikan pasive income atau punya kelebihan pendapatan.  “Istilah yang tepat, menurut saya, kemandirian finansial,” kata Eko Pratomo. Sesuai dengan  hukum Pareto, maka baru sekitar 20% masyarakat yang mencapai kemandirian finansial, sedangkan sisanya belum.    
Sejauh ini, menurut Eko Pratomo, sebagian besar masyarakat belum sadar bahwa ada kebutuhan di masa depan yang harus disiapkan jauh-jauh hari. “Anak sudah kelas 2 SMA baru kelabakan menyiapkan biaya masuk kuliah, padahal seharusnya sejak anaknya lahir harus sudah disiapkan dana pendidikannya,” jelasnya.
Di antara sebagian kecil masyarakat yang sadar terhadap kebutuhan di masa depan adalah L.Dewi, seorang dokter gigi spesialis yang memiliki klinik sendiri di Yogyakarta. Dokter gigi  ini menuturkan sejak anak pertamanya lahir tahun 2009 ia langsung menyiapkan dana pendidikan melalui produk asuransi pendidikan. “Waktu itu setoran preminya Rp 100.000 per bulan dan tahun depan sudah selesai 17 tahun akan cair dananya,” jelas ibu dua orang putri ini.
Sejak melepaskan status PNS, Dewi sadar harus siap menghadapi aneka risiko finansial. Karena itu, ia memiliki dana darurat di deposito berjangka 1 bulan agar mudah dicairkan jika dibutuhkan. Selain itu Dewi  juga memiliki proteksi asuransi jiwa dan kesehatan. Kini ia merasa sudah mencicipi kemerdekaan finansial. “Kalau saya lebih karena merasa butuh, jadi harus bisa menyisihkan secara rutin,” jelasnya.
Lain halnya dengan yang dialami oleh Pitoyo. Pegawai bank yang tinggal di Jakarta  ini mengaku terlambat dalam menyiapkan kemandirian finansial. “Saya baru sadar itu saat anak pertama masuk sekolah dasar dengan membuat asuransi pendidikan, padahal seharusnya sejak lahir sudah disiapkan,” kata ayah tiga anak ini.
Makanya, saat anak kedua dan ketiga lahir, ia lantas menyiapkan tabungan pendidikan.   Sedang dana darurat ia memilih menempatkan dalam bentuk tabungan. “Dana darurat ini sangat penting dan terasa sekali kebutuhannya saat jumlah anak bertambah,’jelasnya. Dalam waktu dekat ia memilih investasi properti dengan alasan lebih mudah dilihat hasilnya.
Hal penting yang harus disadari dalam menuju kemerdekaan finansial adalah punya pola hidup sesuai dengan besarnya gaji atau penghasilan, sehingga pengeluaran bisa diatur lebih kecil ketimbang penghasilan. “Jangan sampai misalnya gaji Rp 10 juta terus dihabiskan. Setidaknya belanjakan hanya Rp 7 juta,” jelas Eko Pratomo.Sisanya, tentu saja untuk mengangsur kebutuhan masa depan yang harus terpenuhi dengan cara disiapkan jauh-jauh hari pendanaannya.

Tetap konsisten
Apakah Anda ingin mewujudkan kemerdekaan finansial? Agar cita-cita ini bisa dicapai, maka Anda harus disiplin dalam setiap langkah. Secara garis besar ada tujuh langkah yang harus ditempuh dalam meraih kemerdekaan finansial.

• Identifikasi aset
Langkah ini penting dilakukan untuk mengetahui mana aset yang produktif dan yang kurang produktif. Aset produktif, seperti rumah yang bisa disewakan, tentu bisa menjadi pasive income. Sedang aset yang kurang produktif perlu Anda pikirkan solusinya, agar bisa ditingkatkan menjadi produktif ataukah justru lebih efisien jika dijual. Namun, menurut Eko Endarto, aset ini tidak terlau berpengaruh dibanding utang.

• Melunasi Utang
Jika Anda memiliki utang konsumtif seperti utang kartu kredit, maka langkah utama sebelum ke langkah selanjutnya adalah melunasi utang terlebih dahulu. Ingat bunga kartu kredit sangat tinggi dan jangan sampai Anda hanya mampu membayar sebatas cicilan minimum. Gunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran dan mampu Anda bayar lunas saat tagihan datang di bulan berikutnya. Jangan sekali-kali Anda berpikir bahwa kartu kredit adalah tambahan dana tunai. Risikonya Anda bisa terjebak dalam jeratan tagihan.

Jika Anda memiliki utang seperti KPR maka disarankan total cicilan tidak lebih dari 30% hingga 40% dari penghasilan. “Kalau total cicilan sudah di atas 40% penghasilan, maka bisa dipastikan keuangan tidak nyaman karena belum bisa menyisihkan untuk dana pendidikan anak dan dana pensiun.
• Antisipasi risiko
Sebelum berinvestasi, harap diingat bahwa seluruh hasil investasi bisa sia-sia jika Anda tidak punya proteksi berupa asuransi baik jiwa maupun kesehatan. Eko Endarto menyarankan untuk mengasuransikan terkait prioritas, utamanya adalah pihak dengan  tanggungjawab keuangan besar, bisa suami atau istri atau keduanya jika sama-sama bekerja.

Nah, jika Anda berhubungan dengan agen asuransi yang memberikan ilustrasi proposal produk asuransi, jangan langsung terpaku pada ilustrasi tersebut. Anda yang lebih tahu kebutuhan proteksi yang Anda perlukan.
Ada tip dari Eko yang bisa juga Anda jadikan pedoman dalam mengukur nilai uang pertanggungan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Uang pertanggungan untuk asuransi jiwa setidaknya sebesar 50 kali pengeluaran bulanan Anda. Uang pertanggungan yang ideal adalah 100 kali pengeluaran bulanan Anda.
Asuransi jiwa dibutuhkan untuk kedua orangtua atau setidaknya yang memiliki tanggung jawab keuangan keluarga. Sedang asuransi kesehatan wajib dimiliki seluruh anggota keluarga. Jika Anda ingin setoran premi yang hemat, pilihlah produk asuransi yang dengan satu setoran premi tetapi sudah mencakup asuransi kesehatan untuk suami-istri dan anak-anak.
Sejak program BPJS Kesehatan diluncurkan pemerintah, hampir sebagian besar perusahaan asuransi mengeluarkan produk baru yang menarik untuk Anda pilih secara cermat.

• Siapkan dana darurat
Dana darurat adalah dana yang disiapkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan atau bila ada kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi. Berapakah besaran dana darurat dan sebaiknya disimpan di manakah dana darurat tersebut?

Eko Endarto menyarankan besaran dana darurat minimal adalah 3 kali pengeluaran bulanan. Penempatan dana bisa pada tabungan sebesar 1 kali pengeluaran dan deposito sebesar 2 kali pengeluaran bulanan. Namun jika Anda mampu menyisihkan dana darurat sesuai angka ideal yakni 6 kali pengeluaran bulanan, maka penempatan dana darurat bisa Anda sebar ke tiga atau empat jenis produk keuangan dengan komposisi tabungan 1 kali pengeluaran bulanan, deposito 2 kali, emas atau reksadana pendapatan tetap 3 kali.
Yang patut diingat, jika dana darurat Anda pakai, misalnya guna menambah biaya rumah sakit karena melebihi limit asuransi, maka Anda harus memulai mengumpulkan dana darurat secara bertahap hingga terkumpul jumlah dana semula.
Setiyo Wiwoho, Group Head Consumer Banking Bank Mandiri bilang penempatan dana darurat sebaiknya diatur dengan komposisi 30% dalam bentuk tabungan dan sisanya ke deposito berjangka 1 bulan. “Deposito harus ambil yang 1 bulan supaya tidak kena penalti sebesar 0,5%, jadi lebih likuid jika hendak ditarik,” ujarnya.
Bunga tabungan saat ini berkisar 0% hingga 2%. Sedang bunga deposito berkisar 5% hingga 7,75%. Pilihan penempatan dana darurat lainnya adalah reksadana pasar uang, pencairan dana perlu waktu H+1.

• Tetapkan tujuan
Kemerdekaan finansial akan bisa Anda raih dan rasakan saat semua tujuan keuangan Anda tercapai.

Setiap orang tentu memiliki tujuan keuangan sendiri-sendiri sesuai skala prioritas. Anda yang berstatus lajang tentu punya tujuan keuangan berbeda dengan orang yang sudah berkeluarga. Orang yang berkeluarga juga punya jumlah tanggungan yang berbeda-beda. Saat ini, ada sebagai masyarakat yang sering disebut generasi sandwich yakni mereka yang punya tanggungan anak sekaligus harus membantu orangtua dan mertua. Nah, generasi inilah yang memiliki tanggungan paling besar.
Tujuan-tujuan keuangan seperti dana pendidikan, dana pensiun, membeli rumah harus dijabarkan lebih lanjut dan mendetail, misalnya berapa keperluan dananya dan kapan harus terkumpul.
Lalu mengancik langkah berikutnya bagaimana mencapai tujuan keuangan tersebut. Caranya adalah menghitung berapa lama waktu yang tersedia untuk pengumpulan dana, berapa yang harus disisihkan setiap bula. Lantas, sebaiknya ditempatkan pada produk investasi apa agar hasilnya bisa memenuhi target.
Salah satu strategi yang disarankan Eko Pratomo agar setiap keluarga mampu mencapai tujuan keuangan adalah membuat akuntansi di rumah alias budgeting. Anda harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan agar mampu menentukan skala prioritas.
Selain itu Anda perlu membekali diri dengan pengetahuan finansial agar tidak salah strategi ataupun salah menempatkan dana.

• Pilih instrumen investasi
Perkembangan instrumen investasi terus terjadi. Jangan sampai Anda ketinggalan informasi jika hendak meraih kemerdekaan finansial.

Tapi, jangan juga terjebak investasi bodong karena tergiur iming-iming imbal hasil tinggi.  “Jangan berinvestasi pada produk yang Anda tidak kenal,” ujar Michael Tjoajadi, Direktur PT Schroder Invesment Management Indonesia. Bahkan, Michael juga menyarankan, Anda harus benar-benar mengenal profil emiten, jika ingin berinvestasi di pasar modal. Kalau tidak, sebaiknya Anda berinvestasi lewat reksadana saham.
Memilih instrumen investasi memang harus disesuaikan dengan profil risiko Anda sebagai investor. Ada tiga jenis investor yakni konservatif, moderat dan agresif.
Nah, tergolong tipe investor apakah Anda? Jika Anda masih terbilang konservatif, maka sebaiknya memilih instrumen investasi dengan tingkat risiko paling kecil. Namun konsekuensinya adalah imbal hasil investasi yang bakal Anda peroleh juga lebih kecil ketimbang portofolio investasi lain.
Sebaliknya jika masih berusia muda dan terhitung investor agresif, maka Anda bisa memilih instrumen dengan tingkat risiko tinggi, tetapi  memberikan imbal hasil investasi yang juga tinggi, seperti saham atau reksadana saham.
Dalam memilih instrumen investasi jika sudah memiliki pengetahuan finansial yang cukup, misal informasi dari buku, koran, internet, maka Anda bisa melakukan sendiri pemilihan instrumen investasi baik jenis investasinya maupun pemilihan produknya.
Namun jika Anda masih ragu terhadap kemampuan dan pengetahuan terhadap produk investasi, Anda dapat menggunakan jasa perencana keuangan untuk membantu dalam memilih produk investasi yang tepat sesuai profil dan risiko yang berani Anda tanggung.
Ingat prinsip berinvestasi pasti semua ada risikonya. Hal yang bisa Anda lakukan adalah bagaimana meminimalkan dan menghadapi risiko tersebut.
Anda bisa menyisihkan dana investasi secara bertahap, atau menjajal portofolio sesuai pilihan. Nanti, seiring dengan pengalaman berinvestasi, maka intuisi Anda sebagai investor akan terlatih.

• Berinvestasi
Langkah ketujuh inilah yang menjadi penentu Anda dalam meraih kemerdekaan finansial. Aksi Anda berinvestasi secara tepat akan menentukan berapa lama waktu yang Anda butuhkan hingga sampai di titik kemerdekaan finansial.

Kuncinya, menurut sumber-sumber KONTAN, jangan mudah panik saat situasi ekonomi agak memburuk seperti sekarang. Lakukan investasi secara rutin dan konsisten sampai tujuan keuangan Anda tercapai.
Selain itu, ingatlah pepatah jangan menaruh telur dalam satu keranjang.  Selamat berinvestasi.

Disadur dari http://personalfinance.kontan.co.id/news/tujuh-langkah-meraih-kemerdekaan-finansial

Rabu, 25 Februari 2015

CARA MUDAH NAIK HAJI DENGAN TABUNGAN EMAS

Assalamu Alaikum Semangat Pagi dan Salam Sejahtera Bagi Kita semua. Kali ini saya ingin membahas bagaimana cara kita merencanakan  Ibadah Haji kita dengan menggunakan simpanan dalam bentuk Logam Mulia khususnya emas batangan. Teman-teman sekalian sudah sering saya baca beberapa tulisan atau artikel yang membahas perihal cara merencanakan Ibadah Haji bagi orang-orang yang belum mampu secara finansial dengan menggunakan emas sebagai bentuk tabungannya.

Tapi untuk mengingatkan kembali dan agar supaya teman-teman semakin yakin. Bahwa naik Haji itu mudah bagi siapa saja yang mau. Pada prinsipnya seperti tabungan Haji lainnya. Tabungan haji berbasis emas juga menghendaki kita disiplin untuk menabung demi tujuan kita untuk menjawab undangan Allah datang ke Baitullah.  Tabungan Haji ala Menabung Haji Emas Batangan ini lebih mudah dan fleksible, maksudnya mudah karena siapa saja bisa merencanakan, baik yang berpenghasilan kecil maupun menengah, sedangkan fleksible maksudnya jumlah yang  ingin kita tabung bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kita saat ini. 


Namun sebelum itu ingin saya informasikan. Bahwa  calon jemaah haji Indonesia (regular) yang masuk daftar tunggu (waiting list) pemberangkan haji ke Arab Saudi saat ini mencapai sekitar 2 juta orang. Mereka harus menunggu giliran untuk mendapatkan jatah beribadah ke Tanah Suci, beberapa tahun mendatang mungkin sekitar 5 - 8 tahun lagi. Jika ada tambahan kuota, maka akan diprioritaskan untuk jemaah haji tua, berusia 80 tahun ke atas. 

Kalo kita melihat besaran ONH (Ongkos Naik Haji) yang ditetapkan setiap tahun oleh pemerintah maka untuk tahun 2014, Anda bisa melihat Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2013 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1434H/2013M. sebagai berikut :

  1. Embarkasi Aceh US$3.253 (sebelumnya US$3.328)
  2. Embarkasi Medan sebesar US$3.263 (sebelumnya US$3.388)
  3. Embarkasi Batam sebesar US$3.357 (sebelumnya US$3.468)
  4. Embarkasi Padang sebesar US$3.329 (sebelumnya US$3.404)
  5. Embarkasi Palembang sebesar US$3.381 (sebelumnya US$3.381)
  6. Embarkasi Jakarta US$3.522 (sebelumnya US$3.638)
  7. Embarkasi Solo sebesar US$3.542 (sebelumnya US$3.617)
  8. Embarkasi Surabaya sebesar US$3.619 (sebelumnya US$3.738)
  9. Embarkasi Banjarmasin sebesar US$3.733 (sebelumnya US$3.808)
  10. Embarkasi Balikpapan sebesar US$3.744 (sebelumnya US$3.819)
  11. Embarkasi Makassar sebesar US$3.807 (sebelumnya US$3.882)
  12. Embarkasi Lombok sebesar US$3.782 (sebelumnya US$3.857).
Kita bisa menganalisa kenaikannya biaya ONH tahun 2014 ini ada kenaikan sekitar 10% dari tahun kemarin.  Loh kenapa begitu Mas ....? ..padahal penetapan Biaya ini dalam US$ sudah mengalami penurunan kan???? Heheheh.....Nah ini yang saya mau tunjukin kepada teman-teman. Akibat depresiasi Rupiah terhadap  US$. menyebabkan biaya ONH menjadi naik bahkan kenaikannya cukup besar. Coba kita menghitung jika anda berangkat dari Embarkasi Banda Aceh Biaya ONHnya yaitu : US$ 3.253 dengan Asumsi Harga 1 US$ saat ini  = Rp. 12.000 maka Biayanya = -/+ Rp. 39.000.000,-. Sedangkan Ongkos Naik Haji tahun lalu malah lebih mahal yaitu US$ 3.328 tapi asumsi per 1 US$ = Rp.10.000 maka didapat = -/+ Rp.33.328.000.  Nah ..kelihatan kan....Perkiraan saya kenaikan Biaya ONH sekitar 10% malah diatas 15%. 
Masa Jadi Pengantar Haji Terus Kapan Naik Haji Ya???????

Jika anda baru mendaftar untuk naik haji dengan pilihan Haji Reguler maka Anda dipastikan akan diberangkatkan sekitar tahun 2020 atau 2024. Bayangkan lama waktu yang harus anda tunggu dan biaya kenaikan yang harus anda tambah terus setiap tahunnya akibat kenaikan ONH. Jika menunggu 5 tahun saja cabo anda hitung sendiri berapa Biaya yang anda harus tambah. 

Mungkin ada solusi untuk mempersingkat waktu tunggunya yaitu dengan pilihan ONH Plus. Waiting List  ONH Plus tidak selama ONH Reguler yaitu hanya sekitar 2 - 3 tahun saja. Tapi dengan konsekuensi Biaya ONH Plus akan lebih mahal. Taukah anda bahwa Biaya ONH Plus saat ini berkisar antara US$ 8.000 - US$ 8.500. Atau sekitar -/+ Rp.100.000.000,-. Mahal..ya....Namanya juga ONH Plus ya..plus-plusnya juga banyak. 

Tapi jangan berkecil hati kawan, seberapapun mahalnya ongkos naik haji, Insya Allah kalo dengan tekad yang kuat dan juga dorongan untuk berjumpa dengan ALLAH SWT segalanya tidak ada yang tidak mungkin.  Salah satu ikhtiar mungkin yang bisa saya tunjukkan yaitu mulailah menabung dalam bentuk emas batangan. Menabung atau membeli emas batangan / logam mulia emas, akan memudahkan anda untuk mencapai cita-cita kita untuk menuju Baitullah. 

Olehnya itu untuk memudahkan rencana anda untuk menyisihkan penghasilan anda per bulan, maka kami telah membuat sebuah simulasi yang kiranya Anda dapat gunakan untuk membuat rencana berap besaran gaji setaip bulannya. Caranya sangat mudah tinggal memasukkan gaji / penghasilan per bulan Anda saat ini. Kemudian masukkan juga harga emas dalam US$ dan Kurs Rupiah yang berlaku saat ini, dan terakhir berapa Rupiah sih yang anda akan sisihkan. Lihat gambar dibawah

Lalu Anda tinggal melihat kapan Emas yang telah Anda Kumpul sama atau lebih besar dari Biaya ONH dalam bentuk Emas Batangan. Lihat gambar dibawah

Oke bagi teman-teman yang pingin Simulasi diatas bisa di download di halaman Download di website ini. Atau klik SIMULASI NAIK HAJI DENGAN TABUNGAN EMAS  

Demikian kiranya bermanfaat.
Salam Sukses

Muh Faisal Hidayat

Selasa, 10 Februari 2015

Pengaman Bisnis Tanpa Resiko.

          Sudah sering saya dengar dari teman-teman yang punya usaha, bahwa disaat menjalankan bisnis mereka ada waktu dimana mereka didesak untuk segera menyiapkan dana. Dana yang mereka harus siapkan biasanya untuk tujuan jangka pendek, misalnya pengadaan  barang atau bahan  yang jumlahnya besar, atau ada kesempatan untuk melakukan ekspansi usaha dan penambahan volume, sehingga dibutuhkan dana dalam jumlah besar, cepat dan segera.
           Jika sudah berada pada situasi tersebut, biasanya langkah pertama pinjam ke keluarga, atau teman, atau mengajukan pinjaman  ke bank.  Mungkin kalo keluarga yang baik atau teman yang tajir dan juga baik hatinya mau segera meminjamkan dananya yang lagi ngangur, tapi ini sangat jarang, dan biasanya kita juga di beri syarat untuk sesegera mungkin untuk mengembalikan.  Dan kadang juga jumlahnya jauh dari kebutuhan kita, ya... di pinjamin secukupnya.  Kalo ke bank bisa saja sih.. tapi apa ada bank yang mau minjamin, pas kita datang langsung cair gitu, paling cepat 10 hari sampai sebulan belum syarat-syarat harus lengkap, ada jaminan tidak? paling ringan di tanya usahanya apa dan sudah berapa lama usahanya berjalan..?? Ya..iyalah bank juga tidak seenaknya cairkan uang untuk peminjam, apalagi belum ada catatan pernah tidak mengajukan pinjaman, atau kalo pernah bagaimana catatan dia di BI Checking.  
          Dalam situasi mendesak gitu, ada teman yang ambil keputusan misalnya segera melego kendaraan pribadi, ada juga nekad jual tanah atau  rumah. Dan paling memungkin kan adalah merayu istri (kalo punya istri) untuk menjual atau menggadaikan perhiasan emas atau barang mulia lainnya.  Kalo mobil sih...saya pikir mungkin ajaib aja kalo pas kita pasang iklan langsung ada yang mau beli, kalopun ada mungkin harga penawaran jauh dari harapan kita. Jual mobil sekarang, ibaratnya nunggu mangga berbuah ada musim-musimnya kali ya...hehe.  Pas kalo lagi waktunya..misalnya lebaran atau natalan, tahun baru atau momen-momen tertentu, biasanya pembeli baru rame-rame mencari mobil. Ada juga alternatif lain cari dana melalui kendaraan, yaitu pinjaman agunan BPKB.  Sekarang banyak pembiayaan yang menawarkan pinjaman dana cepat dengan jaminan BPKB, tapi umumnya kendaraan yang di patok masih dibawa usia 5 tahunan, kalo udah di atas 5 tahun, agak susah dapatnya, juga pinjaman dari pembiayaan kendaraan ini menaksir harga kendaraan jauh di bawah harga pasar yang ada. Dan pasti bunga pinjamannya lebih mahal.
         Nah..yang paling terakhir ini, mungkin paling aman, Menggadaikan perhiasan atau barang mulia lainnya.  Namun perhiasan tidak juga dapat dikatakan paling cepat dan sesuai, harga perhiasan biasanya emas perhiasan juga kalo di agunkan ke penggadaian di taksirnya biasanya di bawah 75% - 85%  dari harga di pasaran. Kenapa bisa,?? karena emas perhiasan, tergantung model dan bentuknya. Kadang emas perhiasan bentuknya udah ketinggal atau modelnya sudah kuno, belum dilihat karatnya, dan lainnya.
        Tapi lain kalo emas batangan, atau emas murni. Harga taksir emas murni atau batangan masih lebih bagus ditaksir oleh penggadaian biasanya hanya sekitar 95% dari harga pasar paling rendah 90%. Tinggal kita pintar-pintarnya nego aja ke pihak penggadaian.  Terus gitu dananya cepat keluar, hari ini di bawa ke penggadaian hari itu juga bisa cair, mau bawa yang 1 gr sampai 1 kg bisa di layani. Nggak pake ribet, lagi juga penggadaian biasanya menentukan waktu pinjaman hanya 120 hari atau 4 bulan, selanjutnya mau lunasin seluruhnya atau cicil juga bisa, bunga pinjaman juga tidak besar-besar amat.
        Kalo menurut  pengalaman kami ...mendapatkan dana segar dalam waktu cepat, emas batangan inilah yang paling "Save"... paling cepat dan aman, Sehingga bagi kita yang punyan usaha segara dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha dan lainnya.  Keuntungan yang dapat kita rasakan juga secara tidak langsung yaitu, jika selama rentang waktu peminjaman harga emas akan naik dan turun, sehingga jika pada saat kita meminjam ada kenaikan harga, maka itu menjadi keuntungan tersendiri bagi kita. Namun jika turun itu tidak menjadi persoalan karena pihak penggadaian juga tidak akan meminta kita untuk segera mengembalikan pinjaman kita, jika memang belum jatuh temponya.
         Olehnya itu bagi teman-teman pengusaha atau juga yang lainnya, sungguh suatu tindakan yang arif kalo disaat kita dalam keadaan masih lapang, punya dana berlebih dan ada dana yang bisa disimpan.  Maka membeli emas batanganlah yang menurut saya paling aman dan jitu, dalam menaruh dana-dana kita untuk mempersiapkan jika kalo ada situasi genting seperti yang telah kita gambarkan. Menaruh dana kita dalam bentuk emas murni, merupakan tindakan yang strategis karena emas sungguh banyak keunggulan yang bisa kita dapat selain bentuk simpanan lainnya.  Selain tidak termakan inflasi, tidak kena pajak, tidak susah jualnya dan banyak lainnya.  Demikian dulu dari saya, semoga bermanfaat.