Penurunan harga emas yang saat ini berada pada level US$ 1.108 / troy ons. ( 16 September 2015), atau pada harga perdagangan logam emas Antam, per gram dilepas dengan harga Rp. 535.000,-/gram dan harga buyback dibeli dengan harga Rp.500.000,-/gram.
Meski begitu,setiap investor berbeda dalam menanggapi turunnya harga emas. Menurut kami, ada 2 type investor dalam berinvestasi.
- Investor yang mengambil peluang ketika harga emas sedang rendah. Rendahnya harga emas ini dimanfaatkan mereka untuk membeli emas dan menjualnya saat harga emas naik lagi.
- Sementara tipe investor kedua adalah mereka mengikuti trend, ketika harga memperlihatkan arah kecenderungan naik maka dia akan melakukan aksi beli segera dan ketika turun mereka berupa segera melakukan tindakan menjual. Mereka khawatir, harga yang terus turun ini terjadi dalam jangka panjang.
Namun bagi anda yang melihat peluang lain untuk meraih penghasilan dari situasi ini ada beberapa langkah :
Pilihan pertama adalah jual emas Anda. Kemungkinan ada loss, tapi itu pilihan yang mana langkah ini jika Anda yakin ada peluang (investasi/bisnis) lain yang bisa mendatangkan keuntungan yang cukup layak dan Anda masih punya waktu yang cukup panjang untuk mencapai tujuan investasi Anda. Dengan dana hasil penjualan, Anda bisa ambil peluang tersebut yang mana keuntungannya bisa menutupi kerugian dan masih banyak kelebihannya. Pastikan Anda pahami resiko atas peluang baru tersebut. Langkah ini membuat Anda mundur beberapa langkah (merugi) untuk kemudian berlari menuju tujuan dan sampai tepat waktu (dengan hasil yang diperoleh dari peluang lain).
Pilihan kedua adalah lakukan pembelian emas berikutnya pada saat harga emas jatuh. Lakukan langkah ini jika visi investasi kita masih cukup panjang, kita tidak dalam rencana memerlukan dana dari emas ini dalam waktu yang dekat.
Dengan membeli lagi emas lebih banyak ketika harganya rendah, akan membuat rata-rata harga pembelian emas kita juga ikut menurun.
Semisal, sebelumnya Anda beli emas 10gr dengan harga 5jt. Ketika harga tengah turun seperti saat ini, Anda beli lagi 10gr dengan harga 4.7jt. Maka rata-rata harga emas 10gr Anda (5jt + 4.7jt)/2 = 4.85jt.
Dengan rerata harga pembelian yang menurun, maka potensi kerugian yang akan timbul juga ikut menurun.
Langkah selanjutnya yaitu menunggu saja, dan mengamati pergerakan harga emas. Sambil melihat peluang usaha lain yang bisa menambah penghasilan anda.
Terima kasih semoga bermanfaat.
Ditulis dan ditambahkan dari berbagai sumber : http://odnv.co.id/ dan http://finance.detik.com/

Datanya yang saya ambilkan dari Pacific Exchange Rate Services ini akan terlalu panjang apabila saya sajikan data harian selama 17 tahun terakhir sejak awal reformasi, maka saya sajikan data rata-rata bulanannya saja. Hasilnya akan seperti pada grafik pertama disamping. Selama
Bahwa bisa saya katakan Rupiah sekarang lebih buruk dari puncak krisis 1997-1998 akan Nampak jelas bila ditarik data rata-rata bergerak tahunan seperti pada grafik yang ke 3. Rata-rata bergerak tahunan terburuk di puncak krisis 17 tahun lalu itu, Rupiah masih berada di kisaran angka Rp 9,000/US$. Rata-rata bergerak tahunan itu kini sudah berada di kisaran angka Rp 12,550/US$ atau mengalami penurunan nilai sampai 39 %.
Inilah kesempatan bagi negeri ini untuk menggalakkan produksi dalam negeri, minimal untuk memenuhi kebutuhan sendiri sebagai substitusi kebutuhan-kebutuhan yang selama ini diimpor. Syukur-syukur bisa memanfaatkan peluang untuk ekspor, maka saat ini juga waktu terbaiknya bagi negeri ini untuk membangun kekuatan di pasar dunia.