Assalamu Alaikum. Wr Wb.
Salam Jumpa
Kata pensiun identik dengan kata usia tua, pensiun biasanya terjadi memang pada saat para pegawai atau karyawan berusia menjelang senja, diusia antara 55 - 60 tahunan. Pensiun juga berarti tenaga dan pikiran mulai digunakan untuk beraktifitas yang berhubungan dengan masa-masa tenang serta santai atau yang lebih bersifat sosial.
Pensiun bisa juga berarti bahwa Anda atau siapa saja, memasuk masa dimana Anda seharusnya tinggal menikmati hasil jerih payah Anda selama Anda bekerja. Ya.. karena Anda menerima manfaat dari usaha anda yang Anda Tabung atau Simpan selama rentan waktu mulai anda berkarir atau berusaha. Saat ini kita kenal dana simpanan untuk bekal pensiun ada disebut Taspen, Jamsostek, Dana Pensiun, Tabungan Hari Tua dan lain-lainnya. Yang tujuannya adalah mempersiapkan sejumlah dana tabungan yang nantinya dapat digunakan dikala para pegawai atau karyawan itu udah masuk masa-masa purna tugas.
Tapi pertanyaannya kemudian apakah betul begitu situasinya nanti? Betulkah Tabungan Anda atau Simpanan Anda di Bank atau dalam bentuk tabungan pensiun mampu Anda nikmati disaat anda betul-betul sudah tidak bekerja atau berusaha lagi???
Tapi kenyataan yang ada tidak mutlak begitu jadinya. Banyak saya melihat para pensiunan usia lanjut setelah berhenti bekerja, malah mulai berpikir bagaimana kembali bekerja atau memulai bisnis barunya. Pada kenyataannya Simpanan para pensiunan kita dalam bentuk dana tabungan, tidak bisa lagi dinikmati saat mereka sudah pensiun. Malah yang paling miris adalah tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan yang ada disaat mereka masuk masa-masa usia tua. Atau Banyak kita dengar para orang tua pensiunan diusai lanjutnya masih meninggalkan utang dimana-mana. Hidup merana dan terlunta-lunta bergantung dari sumbangan dan bantuan orang lain.
Dimanakah letak kesalahan pengolahan dana pensiun atau tabungan pensiun kita saat ini? Apa penyebabnya sehingga dana tabungan dan simpanan pensiunan itu tidak bisa berfungsi sesuai dengan tujuan utamanya? Oke, marilah kita lihat satu-satu.
Pertama, dana pensiun dipersiapan dan pengolahannya dengan bentuk tabungan uang. Dana pensiunan dalam bentuk uang sungguh sangat rentan dengan penurunan nilai tukar. Nilai uang yang saat ini kedengaran besar sekali, bisa saja dikemudian hari nilainya sangat kecil bahkan bisa jadi tidak punya arti sama sekali.
Kedua, bahwa pertumbuhan dana dan tabungan pensiun tidak bisa melebihi laju pertumbuhan kebutuhan para pensiunan. Selalu kita mendengar bahwa kenaikan harga-harga biasanya mengikuti pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan pegawai. Karena hal ini masih berkaitan dengan hal yang pertama tadi bahwa dana pensiunan dalam bentuk uang kertas atau koin yang dicetak oleh pemerintah. Disaat kenaikan gaji diberitakan maka barang-barang mengikuti pola hukumnya juga ikut menaikkan harganya. Ini bukan karena suplay barang yang langkah tetapi penurunan nilai tukarnya uang kertas tersebut.
Ketiga, dari dua alasan diatas semua disebabkan oleh satu faktor yang kuat yaitu bahwa Dana dan Tabungan tersebut digerus oleh yang namanya "Inflasi". Inflasilah yang menyebabkan dana dan tabungan kita menjadi lemah nilai tukarnya.
Baiklah sekarang, bagaimana cara kita mempersiapan dana dan tabungan kita untuk masa depan dan hari tua kita? Salah satu cara yang menurut saya bentuk tabungan yang paling baik dan kuat untuk mempersiapkan masa tua dan pensiun kita adalah tabungan emas. Ada sih cara-cara lain, misalnya Asuransi, atau Properti (beli tanah dan rumah), dan lainnya. Tapi Tabungan Emas adalah simpanan yang paling memenuhi semua kriteria tabungan hari tua.
Tabungan Emas tentunya adalah tabungan dalam bentuk Logam Mulia Emas Batangan, kenapa tabungan emas? Dikarenakan Emas memiliki harga yang terus naik jika diukur dengan mata uang kertas. Tahan terhadap inflasi, nilai emas tidak terpengaruh oleh naik turunnya inflasi di masyarakat. Dan emas sangat likuid. Mudah ditukar ke dalam bentuk mata uang.
Berikut coba kita buat ilustrasi tentang perkembangan dana tabungan Anda.
Jika Gaji Anda Perbulan Rp. 3.000.000/Bulan atau Rp.36.000.000/Tahun. Dan diasumsikan kebutuhan kita 80% dari gaji, maka sisanya kita tabung atau Rp.7,2 juta/tahun.Selanjutnya rata2 kenaikan gaji anda adalah 20%/tahun, nilai inflasi 10%/tahun, bunga bank 12%/tahun dan anda bekerja selama 30 tahun. Maka perhitungan dengan menggunakan matematika sederhana di excel saya mendapatkan bahwa Gaji Anda pada tahun 2042 adalah Rp. 8,5 Milyar/Tahun, Nilai Tabungan Anda adalah Rp.10,3 Milyar, dan kebutuhan tahunan anda adalah Rp. 6,8 Milyar/tahun.
Jika kita melihat hitungan2 sederhana saja diatas artinya bahwa dengan menabung selama 30 tahun, ternyata kita hanya bisa menopang kebutuhan kita selama kurang lebih 1 tahun lebih saja. Ini menunjukkan bahwa tabungan dalam uang kertas tidak bisa kita andalkan untuk mencukupi kebutuhan hari tua kita, sangat beresiko menurut saya.
Sekarang supaya jelasnya bagaimana hitung-hitungannya. Maka bersama postingan ini saya link-kan dengan Software simulasi untuk menghitung berapa sih tabungan saya jika 20 tahun atau 30 tahun yang akan datang. Dan bagaimana jika di lawankan dengan emas dan ONH. Saya pensiun di usia berapa? dengan tabungan berapa ? bisa dibandingkan dengan inflasi tahunan. Oke silahkan download link dibawa. Semoga bermanfaat..Salam Sukses
SIMULASI TABUNGAN VS INFLASI
Salam Jumpa
Kata pensiun identik dengan kata usia tua, pensiun biasanya terjadi memang pada saat para pegawai atau karyawan berusia menjelang senja, diusia antara 55 - 60 tahunan. Pensiun juga berarti tenaga dan pikiran mulai digunakan untuk beraktifitas yang berhubungan dengan masa-masa tenang serta santai atau yang lebih bersifat sosial.
Tapi pertanyaannya kemudian apakah betul begitu situasinya nanti? Betulkah Tabungan Anda atau Simpanan Anda di Bank atau dalam bentuk tabungan pensiun mampu Anda nikmati disaat anda betul-betul sudah tidak bekerja atau berusaha lagi???
Tapi kenyataan yang ada tidak mutlak begitu jadinya. Banyak saya melihat para pensiunan usia lanjut setelah berhenti bekerja, malah mulai berpikir bagaimana kembali bekerja atau memulai bisnis barunya. Pada kenyataannya Simpanan para pensiunan kita dalam bentuk dana tabungan, tidak bisa lagi dinikmati saat mereka sudah pensiun. Malah yang paling miris adalah tidak bisa lagi mencukupi kebutuhan yang ada disaat mereka masuk masa-masa usia tua. Atau Banyak kita dengar para orang tua pensiunan diusai lanjutnya masih meninggalkan utang dimana-mana. Hidup merana dan terlunta-lunta bergantung dari sumbangan dan bantuan orang lain.
Dimanakah letak kesalahan pengolahan dana pensiun atau tabungan pensiun kita saat ini? Apa penyebabnya sehingga dana tabungan dan simpanan pensiunan itu tidak bisa berfungsi sesuai dengan tujuan utamanya? Oke, marilah kita lihat satu-satu.
Pertama, dana pensiun dipersiapan dan pengolahannya dengan bentuk tabungan uang. Dana pensiunan dalam bentuk uang sungguh sangat rentan dengan penurunan nilai tukar. Nilai uang yang saat ini kedengaran besar sekali, bisa saja dikemudian hari nilainya sangat kecil bahkan bisa jadi tidak punya arti sama sekali.
Kedua, bahwa pertumbuhan dana dan tabungan pensiun tidak bisa melebihi laju pertumbuhan kebutuhan para pensiunan. Selalu kita mendengar bahwa kenaikan harga-harga biasanya mengikuti pengumuman kenaikan gaji dan tunjangan pegawai. Karena hal ini masih berkaitan dengan hal yang pertama tadi bahwa dana pensiunan dalam bentuk uang kertas atau koin yang dicetak oleh pemerintah. Disaat kenaikan gaji diberitakan maka barang-barang mengikuti pola hukumnya juga ikut menaikkan harganya. Ini bukan karena suplay barang yang langkah tetapi penurunan nilai tukarnya uang kertas tersebut.
Ketiga, dari dua alasan diatas semua disebabkan oleh satu faktor yang kuat yaitu bahwa Dana dan Tabungan tersebut digerus oleh yang namanya "Inflasi". Inflasilah yang menyebabkan dana dan tabungan kita menjadi lemah nilai tukarnya.
Baiklah sekarang, bagaimana cara kita mempersiapan dana dan tabungan kita untuk masa depan dan hari tua kita? Salah satu cara yang menurut saya bentuk tabungan yang paling baik dan kuat untuk mempersiapkan masa tua dan pensiun kita adalah tabungan emas. Ada sih cara-cara lain, misalnya Asuransi, atau Properti (beli tanah dan rumah), dan lainnya. Tapi Tabungan Emas adalah simpanan yang paling memenuhi semua kriteria tabungan hari tua.
<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-0111005687441366"
crossorigin="anonymous"></script>
Tabungan Emas tentunya adalah tabungan dalam bentuk Logam Mulia Emas Batangan, kenapa tabungan emas? Dikarenakan Emas memiliki harga yang terus naik jika diukur dengan mata uang kertas. Tahan terhadap inflasi, nilai emas tidak terpengaruh oleh naik turunnya inflasi di masyarakat. Dan emas sangat likuid. Mudah ditukar ke dalam bentuk mata uang.
Berikut coba kita buat ilustrasi tentang perkembangan dana tabungan Anda.
Jika Gaji Anda Perbulan Rp. 3.000.000/Bulan atau Rp.36.000.000/Tahun. Dan diasumsikan kebutuhan kita 80% dari gaji, maka sisanya kita tabung atau Rp.7,2 juta/tahun.Selanjutnya rata2 kenaikan gaji anda adalah 20%/tahun, nilai inflasi 10%/tahun, bunga bank 12%/tahun dan anda bekerja selama 30 tahun. Maka perhitungan dengan menggunakan matematika sederhana di excel saya mendapatkan bahwa Gaji Anda pada tahun 2042 adalah Rp. 8,5 Milyar/Tahun, Nilai Tabungan Anda adalah Rp.10,3 Milyar, dan kebutuhan tahunan anda adalah Rp. 6,8 Milyar/tahun.
Jika kita melihat hitungan2 sederhana saja diatas artinya bahwa dengan menabung selama 30 tahun, ternyata kita hanya bisa menopang kebutuhan kita selama kurang lebih 1 tahun lebih saja. Ini menunjukkan bahwa tabungan dalam uang kertas tidak bisa kita andalkan untuk mencukupi kebutuhan hari tua kita, sangat beresiko menurut saya.
Sekarang supaya jelasnya bagaimana hitung-hitungannya. Maka bersama postingan ini saya link-kan dengan Software simulasi untuk menghitung berapa sih tabungan saya jika 20 tahun atau 30 tahun yang akan datang. Dan bagaimana jika di lawankan dengan emas dan ONH. Saya pensiun di usia berapa? dengan tabungan berapa ? bisa dibandingkan dengan inflasi tahunan. Oke silahkan download link dibawa. Semoga bermanfaat..Salam Sukses
SIMULASI TABUNGAN VS INFLASI